Orang-orang sukses biasanya mendapatkan kesuksesannya secara umum karena mereka mempunyai prinsip dasar yang kuat. Selain itu, mereka juga memiliki mental yang kuat, disiplin yang tinggi, etos kerja baik, dan keyakinan yang teguh. Mereka juga memiliki visi-misi hidup yang jelas dan spesifik. Mereka juga ulet, tangkas dan bertakwa kepada Tuhan.
Kita bisa lihat contoh-contoh orang demikian di sekitar kita, terutama kita bisa melihat contohnya pada publik figur. Kita mungkin kagum terhadap pembalap dunia Valentino Rossi. Dia tampil sebagai juara dunia kelas MotoGP di usia yang masih sangat terbilang muda. Dia tentunya memiliki tekad dan semangat berjuang
keras untuk mencapai kesuksesannya. Proses panjang sudah dialaminya, berlatih dan berjuang dengan penuh semangat.
Sekarang jangan hanya fokus dan berhenti pada proses kagum saja. Pilih salah satu tokoh yang paling kita kagumi, pelajari cara hidup mereka, perhatikan proses perjuangan mereka untuk meraih sukses yang akan kita capai nanti. Dan tidak kalah pentingnya adalah prinsip hidup yang dipegang.
Ada beberapa factor yang mendukung kita dalam mencapai cita-cita; yaitu, IQ,EQ, SQ, dan AQ.
IQ(Intelligency Quotient)
- Dinilai sebagai faktor dominan yang mempengaruhi taraf kemampuan manusia. Taraf kecerdasan, daya nalar, logika, daya ingat, daya antisipasi, kemampuan memahami konsep bahasa, hitungan, kemampuan analisis, dan kreativitas merupakan hal yang termasuk EQ
EQ(Emotional Quotient)
- EQ memiliki peran lebih penting, bagi mereka yang sudah dewasa dalam hal EQ, mereka mampu memecahkan masalah serta mengatasi masalah emosi maupun sosial. Mereka lebih bisa mengendalikan amarah, memiliki kemampuan membangun relasi dengan orang lain, bertanggung jawab, dan memiliki motivasi yang tinggi untuk berprestasi. Aspek penting EQ antara lain: kesadaran dan penempatan diri, empati, kontrol emosi, toleransi, daya juang dan relasi sosial.
SQ (Spiritual Quotient)
- SQ membantu kita melihat keberhasilan sebagai wujud keseimbangan hidup, antara dunia-akhirat, material-spiritual, jasmani-rohani, rasionalitas-spiritualitas, menerima-memberi. SQ mengajarkan untuk ikhlas, berestetika, rendah hati dan berbagi.
AQ (Adversity Quotient)
- AQ mengajarkan satu prinsip pada kita, yaitu untuk bertahan disaat kita terjebak dalam kesusahan dan kesulitan. Dengan AQ, orang tidak akan mudah menyerah.
- AQ sendiri dikategorikan oleh 3 hal, yaitu :
1. The Quitter
- Orang yang mudah menyerah, belum dimulai perjuangannya tapi menyatakan dirinya sudah gagal dan tidak mampu mengikutinya. Orang ini dikategorikan gagal.
2. The Campers
- Diibaratkan orang yang sudah mendaki gunung, tapi baru sampai di lereng sudah memutuskan untuk mendirikan tenda dan tidak melanjutkan pendakian ke puncak.
3. The Climbers
- Orang yang tidak mengenal menyerah. DIibaratkan dalam pendakian, dia bisa saja jatuh, tapi dia bangkit lagi dan meneruskannya serta tidak akan berhenti sampai puncak.
Mari kita berkaca pada diri kita masing-masing. Mari kita lihat seberapa jauh IQ,EQ,SQ dan AQ kita.
Sudahkah seimbang? Sudahkah matang? Dan yakinilah, bahwa segala yang ada dalam diri kita adalah baik adanya, Tuhan menciptakan kita dengan segala kesempurnaan yang Ia gambarkan.
REFERENSI
http://re-searchengines.com/1107marjohan2.html
http://abulamedia.com/2009/10/26/belajar-dari-prinsip-dan-kiat-sukses/
http://abdulcholik.com/2009/08/04/bersama-menggapai-cita-cita/








